Hiburan

Kisah Cinta dan Polosnya Masa SMA dalam Novel Thank You

by Siti Farida on

Apa saja ya pilihan novel yang bisa kamu pilih untuk menemani melewati tahun 2017 yang rasanya didominasi kehadira film atau novel yang bisa kamu jadikan sebagai pengisi waktu senggang?

Banyak! Banyak sekali pilihan novel yang bisa kamu baca untuk melewati 2017 dan menetralkan film hack yang kamu rasakan. Walau pun bukan hanya novel dan masih ada jenis buku non fiksi yang punya kualitas bahasan yang penting dan gak kalah seru, tapi gak salah kok menjatuhkan pilihan pada novel

karena novel itu lebih santai dan bisa kamu jadikan media hiburan terlepas dari semua kesemrawutan aktivitas harian yang dianggap menjengkelkan. Lantas novel apa saja sih yang recomended untuk kamu, teens? Yuk, simak review salah satu novel seru yang terbit 2017 ini.

Kali ini, ada satu novel yang langsung popular sejak pertama terbit dan banyak orang yang menyempatkan diri untuk meresensi novel yang satu ini, bahkan sengaja merekomendasikan ke orang yang menurut mereka membutuhkan.

Novelnya berjudul Thank You dan ditulis oleh Adara Kirana yang termasuk dalam kategori penulis baru, namun memberikan karya yang cukup popular sejak pertama kali terbit, Novel Thank You sendiri diterbitkan penerbit mayor, Inari yang merupakan imprint penerbit haru

Novel Thank You

Kiprah Adara di dunia kepenulisan mungkin masih belum begitu dikenal banyak orang, namun dengan kepandaiannya Adara mampu membuktikan kebolehan hasil cipta imajinya yang tak terbatas lewat novel Thak You yang dikemas secara apik dan menyenangkan.

Novel dengan tebal 210 halaman ini saat ini masih dalam cetakan pertama, karena memang tanggal terbitnya pun masih sangat segar, hanya beberapa bulan yang lalu, tapi mungkin ke depannya Novel karangan Adara Kirana ini akan menemui masa-masa di mana novelnya dapat kesempatan produksi cetakan kedua, ketiga, dan cetakan-cetakan lain sebagai bentuk prestasi dari Novel Thank You.

Novel ini mengemas dengan apik kisah cinta masa SMA yang walau pun pada saat itu biasanya hanyalah cinta monyet, tapi Adara menggambarkannya dengan sangat menarik, sehingga kisah cinta dalam novel ini tak terasa seperti cinta yang main-main, namun lebih seperti cerita cinta pertama yang tulus dan manis. Komentar positif juga bertebaran dari para pembaca yang kemudian mengaku sangat mencintai karya Adara yang satu ini.